KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN BISNIS
Karakterisitk
dan lingkungan bisnis adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan ekstern badan
usaha atau industri yang mempengaruhi kegiatan organisasi atau kekuatan atau
institusi diluar organisasi bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis.
Dewasa ini,
terminologi “ lingkungan “ tidak hanya semata-mata merefleksikan lingkungan
ekologi, tetapi juga konsep umum yang menjelaskan gambaran keseluruhan konsep
terhadap kekuatan karakteristik dan lingkungan eksternal. Hal tersebut dapat
berdampak pada aktifitas organisasi dari segala aspek. Begitu halnya juga
dengan istilah “bisnis” yang membentuk tipe organisasi, apakah berbentuk
perusahaan berorientasi laba, badan pemerintah, atau pun lembaga nirlaba. Oleh
karena itu, istilah “lingkungan bisnis” memiliki arti yang luas karena menunjukkan
seluruh pengaruh eksternal terhadap organisasi. Wilson (1992) mengemukakan
bahwa lingkungan bisnis memiliki tiga konsep yang luas:
a. Fakta objektif realitas yang diukur dan
didefinisikan.
b. Fakta subjektif merupakan karakteristik
khusus tergantung dari interprestasi dan persepsi individu.
c. Pembagian antara organisasi dan
lingkungan tidak jelas, dan lingkungan tercipta dan didefinisikan oleh
individu.
Sangatlah penting bagi seseorang yang
menekuni bisnis, baik yang sedang mempelajari bisnis maupun manager yang sudah
berpengalaman, untuk menganalisis lingkungan organisasinya dengan alasan-alasan
sebagai berikut:
a. Kaidah lingkungan bisnis secara
fundamental berpengaruh terhadap aktifitas bisnis, misalnya terhadap pasar, teknologi dan tenaga kerja.
b. Aktifitas operasional seperti peluncuran
produk baru, rekrutmen staf, dan kajian teknologi manufaktur membutuhkan
identifikasi faktor-faktor lingkungan dan perusahaan dalam rangka untuk
memastikan kesuksesan bisnis.
c. Laba dan organisasi yang baik merupakan
hal yang penting dalam kaitannya dengan kondisi lingkungan.
d. Rencana stratejik harus turut
mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan dalam lingkungan bisnis.
Analisis terhadap karakteristik dan lingkungan umum
Analisis
karakteristik dan lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan
peluang. Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat
menghambat usaha-usaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis.
Sedangkan
peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan
mencapai daya saing strategis. Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk
melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian
(scanning), pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian
(assessing).
1. Pemindaian
Melalui
pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan
potensial dalam lingkungan umum, dan mendeteksi perubahan-perubahan yang sedang
terjadi. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan menentukan bagi
perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat tidak stabil.
2. Pengawasan
Melalui
pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan melalui
pengawasan yang berkelanjutan. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah
kemampuan untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang
berbeda.
3. Peramalan
Pada
peramalan, analis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang
mungkin terjadi, dan seberapa cepat, perubahan-perubahan dan trend-trend itu
dideteksi melalui pemindaian dan pengawasan.
4. Penilaian
Tujuan
penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari
perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis
suatu perusahaan. Selangkah lebih maju tujuan penilaian adalah untuk
menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada organisasi. Tanpa penilaian
perusahaan dibiarkan dengan data-data yang menarik, tapi tidak diketahui
relevansi kompetitiifnya.
Lingkungan
umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang
menyusun faktor-faktor tersebut pada dasarnya diluar dan terlepas dari operasi
perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1. Faktor ekonomi
Faktor
ekonomi mengacu pada sifat, cara dan arah dari perekonomian dimana suatu
perusahaan akan atau sedang berkompetisi. Indicator dari kesehatan perekonomian
suatu Negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, deficit
atau surplus perdagangan, tingkat tabungan pribadi dan bisnis, serta produk
domestic bruto.
2. Faktor sosial
Faktor
sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap,
opini yang berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan mana
perusahaan beroperasi. Faktor-faktor ini biasanya dikembangkan dari kondiasi
cultural, ekologis, pendidikan, dan kondisi etnis.
3. Faktor politik dan hukum
Faktor
politik dan hukum mendefinisikan parameter-parameter hokum dan bagaimana
pengaturan perusahaan harus beroperasi. Kendala politik diberlakukan terhadap
perusahaan melalui keputusan perdagangan yang wajar, program perpajakan,
penentuan upah minimum, kebijakan polusi dan harga serta banyak tindakan
lainnya yang bertujuan untuk melindungi karyawan, konsumen, masyarakat umum dan
lingkungan. Beberapa tindakan politik dan hukumjuga didesain untuk member
manfaat dan melindungi perusahaan.
4. Faktor teknologi
Kemajuan
teknologi secara dramatis telah mengubah produk, jasa, pasar, pemasok,
distributor, pesaing, pelanggan, proses manufaktur, praktik-praktik pemasaran
dan posisi persaingan. Kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru, perkembangan produk, dan lain
sebagainya. Perubahan teknologi dapat mengurangi atau menghilangkan perbedaan
biaya antar perusahaan, menciptakan proses produksi yang lebih singkat,
menciptakan kelangkaan pada tenaga tehnikal serta mampu merubah
nilai-nilai dan harapan para
stakeholders.
5. Faktor demografi
Yang perlu
diperhatikan oleh perusahaan menyangkut factor demografi ini diantaranya adalah
ukuran populasi, struktur umum, distribusi geografis, pencampuran etnis serta
distribusi pendapatan.
Lingkungan
industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang
menghasilkan komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relative lebih
spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan.
Hal tersebut
mempengaruhi dalam hal diantaranya:
1. Perubahan basis konsumen, yang dapat
meningkatkan kekuatan pembeli
2. Keberagaman dalam karakteristik desain
dan kualitas diantara pemain akan meningkatkan persaingan
3. Pemain baru.
Pengaruh lima kekuatan terhadap
probabilitas
Kekuatan-kekuatan
yang mempengaruhi persaingan industri, antara lain sebagai berikut :
1. Ancaman dari Pendatang Baru
Pendatang
baru dalam suatu industri akan membawa kapasitas baru,keinginan untuk merebut
pangsa pasar, dan sering kali sumber daya yang substansial. Akibatnya harga
dapat menjadi turun atau biaya meningkat sehingga mengurangi kemampulabaan.
Selain itu, adanya pendatang baru dapat dapat memaksa perusahaan yang sudah ada
untuk lebih efektif dan efisien serta belajar untuk bersaing dalam dimensi baru
Tingkat keseriusan dari ancaman pendatang baru
bergantung pada hambatan yang ada dan reaksi pesaing saat ini yang dapat
diantisipasi oleh pendatang baru. Jika hambatan terhadap masuknya pendatang
baru cukup tinggi dan pendatang baru dapat mengharapkan adanya tindakan balasan
yang tajam dari pesaing yang ada, maka pendatang baru tersebut mungkin tidak
akan membawa ancaman yang serius ketika masuk.Terdapat enam sumber utama
hambatan terhadap masuknya pendatang baru:
a. Skala Ekonomi
Skala
ekonomi adalah bertambahnya jumlah barang yang diproduksi dalam suatu periode sehingga
mengakibatkan biaya produksi per unit menjadi turun. Skala ekonomi menghalangi
masuknya pendatang baru dengan memaksa calon pendatang baru untuk masuk dengan
skala yang besar atau menerima kerugian dari segi biaya.
Skala
ekonomi juga dapat menjadi penghalang terhadap distribusi, manufaktur,
pemasaran, pendanaan, dan hampir terhadap bidang-bidang lain dalam suatu
perusahaan.
b. Diferensiasi Produk
Diferensiasi
produk atau identifikasi merek dapat menciptakan hambatan dengan memaksa
pendatang baru untuk menghabiskan biaya yang besar guna memenangkan loyalitas
konsumen. Iklan, layanan konsumen, menjadi yang pertama dalam industri
tersebut, dan perbedaan produk merupakan faktor-faktor yang dapat menumbuhklan
identifikasi merek.
c. Persyaratan Modal
Modal
diperlukan bukan hanya untuk fasilitas tetap melainkan juga untuk memberikan
kredit kepada pelanggan, membeli persedian, dan menyerap kerugian selama
tahun-tahun pertama.
Meskipun
perusahaan besar memiliki sumber daya keuangan untuk dapat menginvansi hampir
semua industri, persyaratan modal yang sangat besar pada bidang-bidang tertentu
dapat membatasi pendatang baru yang mungkin masuk.
d. Biaya peralihan pemasok
Biaya
peralihan pemasok adalah biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah
dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
e. Akses ke saluran distribusi
Adanya
kebutuhan dari pendatang baru untuk mengamankan distribusi produknya bilamana
saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang
sudah mapan, perusahaan baru harus mampu membujuk saluran tersebut agar
menerima produknya melalui cara-cara penurunan harga, keja sama periklanan dan
sebagainya yang tentu saja berimplikasi terhadap turunnya laba. Makin terbatas
saluran pedagang besar dan pengecer untuk suatu produk dan makin banyak pesaing
yang mengikat saluran ini , jelas akan semakin berat usaha untuk masuk ke dalam
industri.
f. Kebijakan pemerintah
Pemerintah
dapat membatasi atau bahkan menutup masuknya industry dengan melakukan
pengendalian dan pengawasan. Pemerintah juga dapat memainkan peranan tidak
langsung seperti standar polusi udara dan peraturan keamanan.
2. Tingkat rivalitas diantara para pesaing
yang sama
Rivalitas
diantara para pesaing yang sama berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi
dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, dan
meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada pelanggan. Gerakan persaingan oleh
satu perusahaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap para pesaingnya dan
dengan demikian dapat mendorong perlawanan atau usaha untuk menandingi gerakan
tersebut. Intensitas persaingan antar perusahaan merupakan fungsi dari beberapa
faktor, diantaranya:
a. Adanya beberapa pesaing yang seimbang
b. Pertumbuhan industri yang lambat
c. Kurangnya diferensiasi
d. Pertambahan kapasitas yang tinggi
e. Pesaing yang berbeda
f. Hambatan pengunduran diri yang tinggi
g. Informasi yang kompleks (Infornational
complrxity)
h. Biaya pengalihan ke barang lain
(switching cost)[6]
3. Tekanan dari produk pengganti
Ancaman dari
produk subtitusi ini kuat jika konsumen dihadapkan pada sedikitnya switching
cost dan jika produk substitusi tersebut mempunyai harga yang lebih murah atau
kualitasnya sama bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri.
4. Kekuatan tawar menawar pembeli
Kekuatan
tawar menawar pembeli meningkat jika situasi berikut terjadi:
a. Pembeli membeli dalam jumlah besar
b. Produk yang dibeli adalah produk
standard an tidak terdiferensiasi
c. Pembeli memperoleh keuntungan yang
rendah
d. Pembeli menempatkan suatu ancaman
melakukan integrasi kehulu untuk membuat produk industri.
5. Kekuatan tawar menawar pemasok
Pemasok memiliki
tawar menawar jika :
a. Didominasi oleh sedikit perusahaan
b. Produknya adalah unik
c. Industri tersebut bukanlah pelanggan
yang penting dari pemasok
d. Pemasok memperlihatkan ancaman untuk
melakukan integrasi hilir.
Analisis pesaing,kluster dan konsep
persaingan
Bagaimana perusahaan
mengumpulkan dan menafsirkan
informasi tentang para pesaing
mereka disebut analisis pesaing. Analisis pesaing memusatkan perhatiannya
pada setiap perusahaan
yang bersaing secara langsung dengan sebuah perusahaan. Perusahaan perlu
memahami:
1. Apa yang menggerakkan pesaing, seperti
yang ditunjukkan oleh tujuan-tujuan masa depannya.
2. Apa
yang sedang dilakukan
oleh pesaing, seperti
yang diungkapkan oleh strateginya saat ini.
3. Apa yang diyakini oleh pesaing tentang
dirinya sendiri dan tentang industri, seperti yang ditunjukkan oleh
asumsi-asumsinya.
4. Apa kemampuan perusahaan, seperti yang
ditunjukkan oleh kapabilitasnya.
Kluster
(cluster), yaitu konsentrasi geografis dari perusahaan dan institusi yang
saling berkaitan dalam suatu bidang tertentu. Kluster mencangkup sususnan dari
industri yang berkaitan dan entitas lainnya yang penting dalam kompetisi.
Kluster
secara umum didefinisikan sebagai konsentrasi geografis dari
subsector-subsektor manufaktur yang sama. Yang muncul dari studi literatur
adalah jaringan, yang sebagian besar merupakan usaha kecil dan rumah tangga,
yang mengelompok secara spasial. Dalam literatur, jaringan (network) seperti
ini disebut sebagai kawasan industri (industrial district). “District” atau
“kawasan/daerah” menjadi fokus studi tentang bagaimana dan dimana
industri-industri yang berlokasi dan mengelompok. Alfred Marshall merupakan
ekonom pertama yang meneliti tentang kecederungan jenis industri tertentu untuk
berlokasi di daerah-daerah tertentu di Inggris, Jerman dan Negara-negara lain.
Marshall mendefinisikan industry district sebagai suatu kluster produksi yang
terspesialisasi secara geografis. Kluster tersebut mewakili daerah industry
“tradisional” atau daerah industry ala Marshall” yang umumnya ditemukan di
daerah pedesaan dan company towns.[10]
Setidaknya
ada tiga faktor yang mempengaruhi kompetisi global, yaitu antara lain:
1. Peningkatan produktifitas
perusahaan-perusahaan dalam wilayah tertentu
2. Kluster mendorong arah dan langkah
inovasi
3. Menciptakan stimulus untuk penciptaan
formasi bentuk bisnis baru yang pada gilirannya akan memperkuat kluster itu sendiri.
terima kasih kak
BalasHapusSebagai seorang Akuntan Publik, saya telah merekomendasikan klien kepada Tn. Pedro selama bertahun-tahun dengan hasil yang luar biasa. Baru-baru ini saya berkesempatan menggunakan jasanya untuk pinjaman rumah saya, dan sekarang saya tahu mengapa klien saya selalu senang! Dia teliti, tepat waktu, ramah, dan yang terpenting berpengetahuan luas. Saya pasti akan merekomendasikannya untuk waktu yang lama kepada siapa pun yang mencari pinjaman, silakan hubungi Tn. Pedro dan perusahaan pendanaannya, Tn. Pedro adalah petugas pinjaman yang bekerja dengan investor terkemuka yang siap mendanai segala jenis proyek asalkan Anda bersedia melakukan pengembalian dana seperti yang dijanjikan. Berikut adalah informasi kontak Tn. Pedro” pedroloanss@gmail.com WhatsApp +393510140339 .
BalasHapus