HARAPAN PELANGGAN
Harapan pelanggan dapat
dipercaya dalam menentukan kualitas suatu produk dan kepuasaan pelanggan. Pada dasarnya faktor-faktor yang
mempengaruhi harapan pelanggan adalah yaitu kebutuhan pribadi, pengalaman masa
lampu, rekomendasi dari mulut ke mulut dan iklan. Menurut Zeithmal faktor yang
mempengaruhi harapan pelanggan khususnya dibidang jasa yaitu
Enduring
sevice intensifiers
Faktor
ini adalah yang memiliki sifat stabilserta
mendorong pelanggan untuk meningkatkan sensivitasnya untuk suatu jasa.
Pelanggan akan berharap bahwa dirinya pantas untuk dilayani dengan baik oleh
pemberi jasa yang bersangkutan.
2. Personal
Needs
Kebutuhan
yang dirasakan seseorang yang mendasar bagi kesejahteraan akan sangat
menentukan dalam penciptakan harapannya. Kebutuhan tersebut mencakup fisik,
kebutuhan sosial, dan kebutuhan psikologi.
3. Transitory
Service Intensifiers
Faktor
individual yang bersifat sementara(jangka pendek) yang bisa meningkatkan
sensitivitas pelangan atas jasa suatu jasa. Faktor ini mencakup sebagai berikut
:
a. Situasi
disaat darurat pelanggan saat membutuhkan jasa serta menginginkan perusahaan
untuk bisa membantunya (misalnya jasa asuransi kendaraan pada saat mengalami
kecelakaan lalu lintas).
b. Jasa
terakhir yang dipakai oleh pelanggan bisa menjadi acuan pelanggan untuk
menentukan baik atau buruk jasa berikutnya.
4. Perceived
Service Alternativies
Adalah
persepsi yang dimiliki atas derajat atau tingkat pelayanan perusahaan lain yang
sejenis. Apabila pelanggan mempunyai beberapa alternatif pilihan, maka
harapannya trhadap suatu jasa akan besar.
5. Self
Perseived Service Role
Adalah
peesepsi pelanggan mengenai derajat atau tingkat keterlibatanya dalam
mempengaruhi jasa yang diterimanya. Apabila pelanggan terlibat dalam proses
pemberian jasa, lalu yang terjadi ternyata tidak terlalu baik, maka pelanggan tidak
bisa memberikan kesalahan sepenuhnya pada pemberian jasa. Oleh sebab itu,
persepsi mengenai derajat keterlibatannya tersebut akan mempengaruhi tingkat
jasa atau pelayanan yang bersedia ia terima.
6. Situation Factor
situasional terdiri atas segala kemungkinan
yang bisa mempengaruhi kinerja jasa, yang berada diluar kendali penyedia jasa.
Misalnya pada awal bulan biasanya sebuah bank ramai dipenuhi para nasabahnya
dan ini akan menyebabkan seorang nasabah menjadi relatif lama menunggu. Untuk
sementara waktu, nasabah tersebut akin menurunkan tingkat pelayanan minimal
yang bersedia diterimanya karena keadaan itu bukanlah kesalahan penyedia jasa.
7. Explicit Service Promises
Faktor
situasional terdiri atas segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi kinerja
jasa, yang berada diluar kendali penyedia jasa. Misalnya pada awal bulan
biasanya sebuah bank ramai dipenuhi para nasabahnya dan ini akan menyebabkan
seorang nasabah menjadi relatif lama menunggu. Untuk sementara waktu, nasabah
tersebut akin menurunkan tingkat pelayanan minimal yang bersedia diterimanya karena
keadaan itu bukanlah kesalahan penyedia jasa.
8.
Implicit Sevice
Promises
Faktor
ini menyangkut petunjuk yang berkaitan dengan jasa, yang memberikan kesimpulan
bagi pelanggan tentang jasa yang bagaimana yang seharusnya dan yang akan
diberikan. Petunjuk yang memberikan gambaran jasa ini meliputi biaya untuk
memperolehnya (harga) dan alat-alat pendukung jasanya. Pelanggan biasanya
menghubungkan harga dan peralatan (tangible assets) pendukung jasa dengan
kualitas jasa. Harga yang mahal dihubungkan secara positif dengan kualitas yang
tinggi.
Misalnya, kendaraan angkutan umum yang sudah tua dan kotor dianggap hanya cocok bagi masyarakat bawah yang lebih mementingkan tiba di tujuan dari pada kenyamanan saat perjalanan.
Misalnya, kendaraan angkutan umum yang sudah tua dan kotor dianggap hanya cocok bagi masyarakat bawah yang lebih mementingkan tiba di tujuan dari pada kenyamanan saat perjalanan.
9.
Word Of Mouth
(Rekomendasi/saran orang lain)
Word-of-Mouth
merupakan pernyataan (secara personal atau non personal) yang disampaiakn oleh
orang lain selain organisasi (service provider) kepada pelanggan. Word-of-Mouth
ini biasanya cepat diterima oleh pelanggan Karena yang menyampaikannya adalah
mereka yang dapat dipercayainya, seperti para ahli, teman, keluarga, dan publikasi
media massa. Di samping itu, Word-of -Mouth juga cepat diterima sebagai
referensi karena pelanggan jasa biasanya sulit mengevaluasi jasa yang belum
dibelinya atau belum dirasakannya sendiri.
1 Past Experience
Pengalaman
masa lampau meliputi hal-hal yang telah dipelajari atau diketahui pelanggan
dari yang pernah diterimanya di masa lalu. Harapan-
harapan pelanggan ini berkembang seiring banyaknya informasi (nonexperience
information) yang diterima pelanggan serta semakin bertambahnya pengalaman
pelanggan.
Komentar
Posting Komentar